Analisis Perancangan Jaringan Komputer
Komponen dasar jaringan ada 5, yaitu :
A. Komputer, bisa dikelompokkan seperti PC, laptop
Dalam jaringan komputer terbagi atas dua, yaitu :
• Komputer server: komputer yang menawarkan suatu layanan tertentu kepada komputer atau jaringan lain. Salah satu jenis server adalah file server (server file), server file menyediakan layanan penyimpanan dan penemuan kembali (retrieval) file-file.
• Komputer client: komputer yang meminta (request) satu layanan tertentu ke suatu server. Komputer client harus dilengkapi dengan aplikasi client khusus dan menjalankannya, sehingga dapat memanfaatkan layanan yang ditawarkan server. Sebagai contoh, untuk mengambil sebuah file dari file server, suatu program di komputer client harus memformat sebuah request (permintaan) dan mengirimkannya kepada program yang sedang berjalan di server. Selanjutnya, server akan mengirimkan file yang diminta sesuai dengan permintaan program client tersbut.
1. Processor
1) Processor CISC
Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. Hal ini bisa tercapai dengan cara membuat perangkat keras prosesor mampu memahami dan menjalankan beberapa rangkaian operasi. Untuk tujuan contoh kita kali ini, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus, yang kita beri nama MULT. Saat dijalankan, instruksi akan membaca dua nilai dan menyimpannya ke 2 register yag berbeda, melakukan perkalian operan di unit eksekusi dan kemudian mengambalikan lagi hasilnya ke register yang benar. Jadi instruksi-nya cukup satu saja
2) . Processor RISC
Prosesor RISC hanya menggunakan instruksi-instruksi sederhana yang bisa dieksekusi dalam satu siklus. Dengan demikian, instruksi ‘MULT’ sebagaimana dijelaskan sebelumnya dibagi menjadi tiga instruksi yang berbeda, yaitu “LOAD”, yang digunakan untuk memindahkan data dari memori ke dalam register, “PROD”, yang digunakan untuk melakukan operasi produk (perkalian) dua operan yang berada di dalam register (bukan yang ada di memori) dan “STORE”, yang digunakan untuk memindahkan data dari register kembali ke memori. Berikut ini adalah urutan instruksi yang harus dieksekusi agar yang terjadi sama dengan instruksi “MULT” pada prosesor RISC (dalam 4 baris bahasa mesin):
LOAD A, 2:3
LOAD B, 5:2
PROD A, B
STORE 2:3, A
3) Monitor
4) Keyboard
5) Mouse
Anatomi program server
Peranan utama suatu program server adalah melayani client yang berjumlah banyak yang memiliki tujuan untuk menggunakan secara bersama sumber daya yang dimiliki oleh server tersebut. Berikut ini adalah karasteristik suatu yang biasanya dimiliki oleh suatu program server.
• Menanti permintaan client. Program server menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya secara pasif menanti permintaan client. Biasanya permintaan ini datang dalam bentuk message melalui sessi komunikasi. Beberapa server menggunakan suatu sesi khusus untuk setiap client. Server yang lainnya menggunakan session yang digunakan secara dinamis. Ada juga yang menggunakan gabungan kedua teknik ini (dedicated dan dinamis). Untuk dapat bekerja dengan baik, server harus tetap dapat bekerja ketika terjadi permintaan yang banyak (rush hour traffic).
• Melaksanakan banyak permintaan pelayanan pada saat yang bersamaan. Server harus sesegera mungkin melaksanakan pelayanan yang diminta oleh client. Hal ini berarti, client tak boleh bergantung pada proses server yang hanya memiliki thread tunggal. Server harus dapat secara konkuren menyediakan pelayanan dengan tetap menjaga integritas sumber dayanya.
• Mendahulukan client yang memiliki prioritas lebih tinggi (VIP). Server harus menyediakan beberapa tingkatan prioritas untuk clientnya. Misal untuk suatu pekerjaan batch dilakukan pada tingkatan prioritas yang rendah, sedangkan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan On Line Transaction Processing (OLTP) dilakukan dengan prioritas tinggi.
• Memulai dan melaksanakan aktifitas pekerjaan di background. Server harus dapat menjalankan program di background, misal melakukan download record dari database utama selama waktu tidak sibuk. Inisiatif ini harus dapat dilakukan secara otomatis oleh server.
• Tetap menjaga agar sistem tetap selalu bekerja. Program server biasanya tergolong mission-critical application. Akan terjadi kerugian bila server tak bekerja melayani client. Dengan demikian program server dan environmentnya harus dapat bekerja secara robust (tahan terhadap gangguan).
• Bertambah besar. Biasanya program server membutuhkan memori dan prosesor yang besar. Environment dari server haruslah dapat di upgrade dan memiliki skalabilitas yang baik.
http://faculty.petra.ac.id/dwikris/docs/desgrafisweb/browser/server_client.html http://ibadhouse.blogspot.com/2009/05/jaringan-komputer-client-server.html
1. NIC
NIC adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan.
Fungsi NIC
• Media pengirim data ke komputer lain di dalam jaringan
• Mengontrol data flow antara komputer dan sistem kabel
• Menerima data yang dikirim dari komputer lain lewat kabel dan menerjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh computer
http://ayuliana713.blogspot.com/2011/04/pengertian-dan-fungsi-nic-dan-hub.html
1. Network device
Network Device alias perangkat jaringan merupakan komponen-komponen yang digunakan untuk menghubungkan komputer atau perangkat elektronik lainnya secara bersama-sama sehingga mereka dapat berbagi ( share ) file atau sumber daya
Macam-macam network device :
1. Hub
Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan peralatan-peralatan dengan ethernet 10BaseT atau serat optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI.
Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer danmentransmisikannya ke komputer yang lain. Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yangdiperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; iamembagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruhnetwork.
Antar hub juga dapat saling berhubungan, ini disebut sebagai chaining melalui port uplink. Dengan adanya ini maka dapat meningkatkan kinerja jaringan yaitu dapat mengisolasi suatu komputer dari komputer lain.Hub akan mengirim paket ke semua komputer yang dihubungkan ke hub tersebut tetapi switch hanya akan melewatkan paket ke alamat yang dituju. Karena switch mempunyai kemampuan mendeteksi alamat komputer yang akan dituju. Jelas disini switch lebih aman dan lebih cepat.
Switch pada saat yang sama dapat menangani lebih dari satu koneksi. Tentu saja dengan kemampuan lebih seperti ini harga switch lebih mahal dari pada harga hub. Hub adalah komponen dalam jaringan yang menghubungkan REPEATER (bekerja pada Physical Layer)Digunakan untuk mengatasi keterbatasan (jarak, kualitas sinyal) fisik suatu segmen jaringan.
Namun dalam membangun jaringan fisik yang besar, perlu diperhatikan bahwa aturan panjang kabel maksimum tidak dapat dilampaui dengan menggunakan repeater ini. Contohnya, kabel coaxial 50 ohm pada Ethernet hanya bisa total sampai 2,3 km dan batasan ini tidak dapat diatasi dengan menggunakan repeater. Karena bekerja pada physical layer, repeater tidak dapat menghubungkan misalnya antara protokol data link layer yang berbeda (misalnya Ethernet dengan Token Ring). Hal ini disebabkan karena repeater mempunyai bit korespondensi dengan data link atau network layer.Hub mempunyai fungsi sebagai repeater, oleh karena itu hub kadang juga disebut sebagai multiport/modular repeater.
Harap diperhatikan, penggabungan dua atau lebih segmen network dengan menggunakan repeater akan mengakibatkan seluruh traffic data akan menyebar ke seluruh jaringan, tanpa memandang apakah traffic data tsb diperlukan atau tidak di seluruh jaringan. Jika jumlah station semakin banyak, dan traffic data sangat tinggi, maka beban pada backbone jaringan tentunya akan menjadi berat. Akhirnya kinerja jaringan akan menurun, dan kelambatan akses akan terasa.
1. Switch
Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star.Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.
Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukantujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semuaport, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switchdapat secara drastis mengurangi traffic network.Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnyayang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkanpaketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address,switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.
2. Router
Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan melihat alamat paket data, tetapi dengan menggunakan protokol tertentu. Router muncul untuk menangani perlunya membagi jaringan secara logikal bukan fisikal.
Sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Anda mungkin bingung dengan definisi di atas, tetapi untuk mudah diingat, Anda menggunakan router ketika akan menghubungkan jaringan komputer ke jaringan lain. Jaringan ini bisa berupa jaringan pribadi (LAN/WAN) atau jaringan publik (Internet).
3. Bridge
BRIDGE – bekerja pada Data Link layer (2)Bridge mengatur (melalui filtering atau forwarding) frame data per segmen, sehingga jika w/s 1 akan mengirim data ke w/s 2, frame tidak akan diteruskan (forward) ke segmen 2. Hal ini mengakibatkan beban jalur setiap segmen menjadi optimal, dan overhead traffic pada setiap segmen dapat dikurangi.
4. Repeater
Repeater adalah sebuah stasiun untuk menerima sinyal yang masuk dan mengirimnya kembali pada frekuensi yang berbeda. Tujuan utama repeater adalah memperluas jangkauan operasi dari stasiun bergerak, atau stasiun di daerah rendah atau di daerah terpencil di mana komunikasi simplex biasanya tidak mungkin. Juga dapat digunakan sebagai channel kontak panggilan sebelum beralih ke frekuensi simpleks.
Repeater juga sangat berguna untuk komunikasi darurat. Repeater bisa dihubungkan secara seri supaya lebih jauh dan lebih luas jangkauannya. Sambungan serial ini dapat dibuat dengan link pemancar dan penerima dipasang pada repeater. Hal ini juga dapat dilakukan melalui telepon atau koneksi internet. Kebanyakan repeater menggunakan FM dan dirancang untuk voice operation, akan tetapi ada juga repeater untuk mode lain seperti radio paket, SSTV dan ATV. Ada juga repeater terkini yang menggunakan modus suara digital seperti D-Star.
5. Metre Repeaters
Pada band 6 meter, repeater, menyediakan cakupan lokal tetapi kontak antara negara-negara juga cukup umum terjadi selama aktivitas matahari tinggi. Ada 18 channel repeater, dalam band dengan frekuensi output mulai dari 53,550 MHz.
1. Access Point
Digunakan untuk melakukan pengaturan lalulintas jaringan dari mobile radio ke jaringan kabel atau dari backbone jaringan wireless client/server. Biasanya berbentuk kotak kecil dengan 1 atau 2 antena kecil. Peralatan ini merupakan radio based, berupa receiver dan transmiter yang akan terkoneksi dengan LAN kabel atau broadband ethernet. Saat ini beredar di pasaran adalah access point yang telah dilengkapi dengan raouter di dalamnya yang biasa disebut wireless router.
Sumber :
http://erlina.blogdetik.com/2009/07/24/perbedaan-hubswitch-router-dan-bridge/
http://hendri.staff.uns.ac.id/2009/12/mengenal-access-point-ap/
http://amatirindo.com/index.php?option=com_content&view=article&id=95:tentang-repeater&catid=51:teknik&Itemid=41
Media Transmisi
Suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya, media unguided/wireless ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air. Untuk transmisi, Antena menyebarkan energy elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombang elektromagnetik dari media.
Jenis-Jenis Media Transmisi Wireless
Kabeling
media transmisi ada dua macam:
1. Wire yaitu kabel
2. Wireless yaitu non-kabel.
Keterangan:
Ada beberapa jenis kabel untuk jaringan :
1. UTP (Unshielded twisted pair)
Kabel UTP ini terdiri atas beberapa kategori:
• Kategoti 3
• Kategori 4
• Kategori 5. Kategori 5 ini memiliki kecepatan Ethernet 10 Mbps, bahkan bisa mencapai kecepatan fast Ethernet 100 Mbps.
• Kategori 5e. Kategori 5e ini merupakan kebel yang sangat umum digunakan, harganya murah dan kecepatan Ethernet 100 Mbps.
• Kategori 6. Kecepatannya Gigabps. Namum belum direkomendasikan, karena perangkat NIC dan swicth yang digunakan harus pula mendukung Giga Bit. sedangkan Konektornya sama yaitu RJ45.
• Kategori 6A. dianjurkan untuk ethernet 10 Gpbs.
• Kategori 7.
Kabel UTP ini paling murah berbentuk mirip kabel telepon.Panjang Maksismal kebl UTP yang diperbolehkan yaitu 100 meter. Jika ingin dilebihkan maksimal sampai 500 meter tapi harus disambung dengan swicth atau router tiap 100 meternya. Ada tiga jenis koneksi pada kabel UTP yaitu :
• Cross
• Straight
• Rollover
cross cable
Biasa dipakai untuk menghubungkan secara langsung 2 komputer (Peer To Peer)
Straight
Digunakan untuk koneksi 2 buah komputer atau lebih dengan memakai sambungan hub/switch. Bentuk penampangnya adalah dapat dilihat pada gambar.
Rollover
Digunakan untuk management peralatan jaringan memakai komputer yang ada.
2. Koaksial
Mirip dengan kabel televisi, dulu banyak digunakan, tapi sekarang jarang sekali digunakan.
3. Fiber Optik
Kabel termahal, tapi mendukung kecepatan transfer terbagus, sebab jarang adanya noise atau gangguan.Dalam memilih kabel disesuaikan dengan jenis NIC dan bentuk jaringan yang akan kita bentuk. Untuk UTP, konektornya dikenal dengan nama RJ45.
Fiber optik mengalirkan data dalam bentuk cahaya, sedangkan kabel UTP mengalirkan data dalam bentuk listrik. Untuk dapat mentransmisikan data fiber optik membutuhkan 2 buah kabel atau core. Jika kabel terputus maka dapat disambungkan lagi dengan splicesing kabel. Penghubung kabel Fiber Optik yaitu:
• ST-Connection
• SC-Connection
• LC-Connection
Terminasi kabel:
• Polish–> menggunakan lem
• Free Polish–> cara pemasangan tampa lem.
jenis koneksi kabel fiber optik”
1. Multimode.
o Multimode digunakan untuk membangunjaringan jarak pendek maksimal 400 meter.
o data yang dilewatkan banyak
o ukuran kabelnya ada 2 yaitu; 50 µ/ 125 dan 90 µ/125
2. Singlemode.
o Digunkan untuk membangun jaringan jarang panjang maksimal 70 Km.
o Data yang dilewatkan cuma 1
o ukuran kabelnya ada 2 yaitu; 9 µ/ 125
http://lovelyirmaonline.wordpress.com/2011/03/18/catatan-analisis-perancangan-jaringan-komputer-4/
NOS (Network Operating System)
Sistem operasi yaitu software aplikasi yang menghubungkan antara brainware dan hardware. Kedudukan software dalam komputer:
1. Aplikasi
2. Desktop
3. Window
4. Shell
5. Driver
6. Kernel
7. BIOS
Nos ( Network Operating System) merupakan sebuah operating sistem yang digunakan untuk mengoperasikan radio paket. Sistem operasi ini bukan sepenuhnya ‘sistem operasi’ karena NOS masih membutuhkan DOS untuk memboot komputer.
Nos dibuat oleh Phil Karn yang dibagi-bagikan secara gratis berikut source code-nya. Pada awalnya Nos dibuat untuk keperluan kalangan radio amatir. Kemudian setelah TCP/IP dimasukkan ke dalamnya maka penggunaanya mulai meluas seiring dengan berkembangnya internet. Nos bekerja tidak hanya dengan protokol TCP/IP melainkan juga ROSE dan dalam bahasan ini hanya mengulas penggunaanya dengan TCP/IP .
2. Cara Kerja NOS
Setelah komputer selesai proses booting dan me-load himem.sys untuk mendapatkan alokasi memory di atas 1 mega, maka NOS akan di-ekeskusi secara otomatis dengan memasukkannya dalam file autoxec.bat . Biasanya dalam autoexec.bat ditambahkan line run.bat yang berupa script untuk run NOS pertama kali.
Run.bat akan menjalankan perintah untuk mengenali device modem TNC dengan nomor interupt tertentu. Kemudian NOS akan di-load dengan membaca file configurasi : autoexec.nos .
File ini terdiri dari
• pengalamatan IP beserta maskingnya
• penetapan routing
• penamaan host
• pengenalan dan konfigurasi modem
• jenis protokol routing yang dipakai
• pemilihan gateway untuk penerusan e-mail
• jenis service yang diberikan
Agak berbeda sedikit dengan TCP/IP yang umumnya meggunakan DNS (Domain Name Server) untuk mengkonvert alamat IP ke nama host, NOS meggunakan sebuah file tunggal yang dinamakan domain.txt yang memuat seluruh nama host dan alamat IP yang terdapat dalam 1 network .
Untuk bisa menjalankan NOS harus ada:
1. Protocol
2. IPX / SPX
3. Apple Talk
4. Net BUI
5. TCP/IP
TCP / IP ayaitu set protocol yang bersifat oprn source. TCP / IP terdiri atas dua versi versi 4 dan versi 6.
Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:
• Microsoft MS-NET
• Microsoft LAN Manager
• Novell NetWare
• Microsoft Windows NT Server
• GNU/Linux
• Banyan VINES
• Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris
OS windows seperti XP, Windows 7 dan lain-lain dapat dijadikan server namun terbatas untuk 10 user saja(10 Pc) hal ini dikarenakan pembatasan kernelnya. oleh karena itu dianjurkan untuk menggunakan OS Windows Server 2003 ataupun windows server 2008.
Sumber: http://lovelyirmaonline.wordpress.com/2011/04/01/analisis-perancangan-jaringan-komputer-6/
Syarat komputer dengan komputer yang saling terhubung adalah sebagai berikut, komputer tersebut harus berada pada:
1. Net id yang sama
2. host id tidak boleh sama
3. network yang sama
4. IP broadcast-nya sama
Sumber: http://lovelyirmaonline.wordpress.com/2011/04/29/catatan-analisis-perancangan-jaringan-komputer-8/
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Fungsi
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
http://lovelyirmaonline.wordpress.com/2011/03/11/tugas-analisis-perancangan-jaringan-komputer-3/